Thursday, November 29, 2012

Misi Diknas


Ikut berpendapat diskusi halaqoh tadi pagi, suatu masalah kebenaran judul menggunakan “diknas” atau “kemendikbud”. masalah judul, sebaiknya kita ikuti dari abah yaitu “misi diknas” (setuju dengan mas faizin). Misi kemendiknas dan diknas memang berbeda kerjanya tapi garis besar sama tujuannya. Yaitu menyusun strategi untuk mewujudkan visi (tujuan) dari diknas itu sendiri (umumnya). Kalo persepsi saya, kemendikbud adalah subyeknya atau petaninya. Sedang diknas sendiri itu obyeknya atau sawahnya. Atau kemendiknas sebagai presiden, dan diknas itu negaranya. Untuk ini, sepertinya tidak ada pergantian kata dari diknas menjadi kemendikbud.
Tentang isi yang seharusnya ada dalam halaqoh tadi pagi, menurut saya adalah masalah kurikulum. ketika saya menempuh mata kuliah pengembangan bahan ajar fisika, membahas tentang perubahan kurikulum, merupakan salah satu misi diknas untuk mewujudkan tujuan dari pendidikan.
Sekarang, pendidikan kita sedang memakai kurikulum KTSP, yang output harapannya adalah menghasilkan peserta didik yang cerdas secara kompeten (sesuai dengan visi dari diknas yang dihalaqohkan tadi pagi) tidak hanya cerdas materi saja. Kompeten yaitu kemampuan kerja tiap pelajar yang mencakup pengetahuan, berkemampuan, terampil, dan bersikap baik.
Mengapa harus KTSP yang dipakai? Karena pada KTSP ini memakai sistem desentralisasi, bukan sentralisasi yang sistem pendidikannya langsung dari pusat. KTSP ini, setiap satuan sekolah memiliki otonomi untuk menyusun peraturan sendiri. Jika sekolah tidak mampu menyusun sendiri maka bisa ikut kepada sekolah yang sudah mampu.
Peraturan setiap wilayah akan berbeda. Kenapa berbeda? Karena perkembangan, lingkungan, adat, kebiasaan, dan caranya tiap daerah berbeda. Tetapi sistem pendidikan nasional ini juga memiliki standar. Kenapa harus ada standar, karena desentralisasi tadi dan sekolah dalam menyusun kurikulumnya juga harus memperhatikan standar (ada 8). hehe

No comments: