Wednesday, June 13, 2012

Paradoks Kembar

 Di atas keadaan ruang dan waktu yang memberi sebuah kenyataan, sebenarnya tersimpuh pemikiran yang radikal, sama seperti postulat Einstein tentang Teori Relativitas Khusus dalam fisika modern. Teori relativitas khusus ini telah mendapat reputasi yang tidak sepatutnya sebagai teori yang sangat aneh dan rumit, sehingga hanya sedikit orang yang dapat memahaminya, padahal tidaklah demikian. Teori ini memberi ramalan-ramalan yang tampak bertentangan dengan ‘akal sehat’ kita. Meskipun demikian, teori relativitas khusus telah diuji kebenarannya secara teliti dan seksama lewat berbagai percobaan dan didapati bahwa semua ramalannya benar.[1] Sehingga efek-efek yang tak terduga dan mempesonakan itu terungkap.
Paradoks Kembar merupakan satu dari sekian banyak akibat teori relativitas khusus yang menantang tetapi juga mengesalkan.

Problematika Silaturrahim di Era Teknologi Komunikasi, (Analisis Pengginaan Via Elektronik Sebagai Pengganti Silaturrahim)

            Allah tidak menghendaki menciptakan makhluk tunggal. Ada perbedaan dalam penciptaan-Nya agar terjalin silaturrahim dan saling kenal-mengenal. Allah menciptakan perbedaan dan perselisihan, juga menyediakan ishlah atau rekonsiliasi bagi umat manusia agar dalam perbedaan itu masih tetap terselenggara hidup damai dan tentram. Media yang dimaksud untuk menangani tujuan rekonsiliasi adalah silaturrahim.           
Gejala universal terhadap perkembangan dan fungsi manusia sebagai makhluk sosial yang hidup dalam kelompok manusia, di mana individu-individu mempunyai status atau peran tertentu dalam unit sosial yang menunjukkan adanya hubungan sosial dan jalinan relasi yang timbal balik. Interaksi sosial daripada manusia dalam totalitasnya didorong oleh faktor misalnya saling berlindung, saling membutuhkan.[1] Dari saling membutuhkan, timbul ketertarikan, dan akhirnya membentuk suatu keluarga.